Saturday, September 30, 2017

Menikahlah Sebelum Mapan, Agar Istri dan Anak Tau Arti sebuah Perjuangan

Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan. Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan anak-anak kita nanti. Padahal Allah akan memampukan siapa saja yang penuh dengan keyakinan menjalankan sunnahnya. Bukan suatu penghinaan sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya. 


Lebih baik berjuang bersama dalam ikatan sebuah pernikahan daripada merasa bahagia dalam ikatan yang belum hallal. Kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar hallal, Kalian akan menikmati jengkel demi jengkel keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian, kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi barisan puisi romantis dan gombalan manja. Berjuang bersama dari Nol, membuat kesetiaan semakin erat, pasangan kalian akan lebih menghargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran dan ketabahan yang telah dilalui bersama, sehingga perpisahan adalah satu kata pantang untuk di ucapkan. karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

Anak-anak akan lebih menghargai hasil jerih payah dan kerja keras orang tuanya. Rasa hormat kebada orang tuanya adalah bukti cinta terbesar anak. hanya akan di dapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya hinga dia bisa berfikir arti sebuah perjuangan. Bagaimana sebuah do'a dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang baik untuk keluarganya.

Menikalah sebelum mapan. Agar anak-anak anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan anda. Agar anda dan anak-anak anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan.


"Tulisan dikutip dari seorang bapak-bapak yang dahulu menikah dalam keadaan sulit, dan skarang beliau sudah bisa dikatakan sukses dalam segi materi"

Jangan lupa sempitin nulis komentar di bawah ini ya..

Saturday, September 23, 2017

Halalkan Saya Dahulu, Masalah Harta Kita Cari Bareng-Bareng

Sungguh mulia hati seorang perempuan yang saat ditanya "Maukan kamu jadi istriku, tetapi aku belum berharta dan hidup serba biasa aja tanpa kemewahan?" dan si perempuan menjawab "Halalkan saja aku dahulu, masalah materi nanti kita cari sama-sama dan minta kepada Allah". Sungguh luar biasa, beberapa kata ini akan membuat seorang laki-laki semakin semangat untuk membidik kepribadianya agar terlatih menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab. Tetapi di masyarakat kita ini, hanya wanita yang sholeh yang mampu menjawab seperti ini. karena hampir semua wanita cenderung melihat seorang laki-laki dengan bergelimpangan harta yang dia miliki, yang kedua seberapa ganteng itu seorang pria, tetapi masalah tampang bisa diatur tergantung banyaknya materi yang ia miliki, dan sulit bagi seorang perempuan jika menjawab seperti tadi.


Perempuan sholeha tidak perlu harta untuk membahagiakan hidupnya, ia hanya butuh seorang yang bertanggung jawab dan berilmu, terlebih untuk ilmu agama. Karena menurutnya harta bisa di cari sama-sama istilah jawanya bareng-bareng, setelah keduanya resmi menjadi pasangan yang hallal sya yakin rejeki pasti datang buat keluarga kecil mereka.

Dan buat para laki-laki yang sholeh, jangan menjadikan menikah itu sesuatu hal yang sulit, jangan khawatir jika kamu belum bisa mapan dan mendapatkan pekerjaan yang sukses. hal ini banyak di terjadi di masyarakat kita, para pria berstatment, untuk biaya hidup sendiri aja masih kurang apalagi buat berdua. itu adalah masalah yang menakutkan buat kaum laki-laki, sebenarya simpel. yang penting niat untuk menikah dan berdoa kepada allah, saya yakin rejeki ga bakal kemana. Allah akan memberi harta bagi meraka yang iklas dalam menjalani sesuatu hal, termasuk menikah so..bukalah cara pandang anda.

Rizki 2 insan manusia yang telah menikah akan dijamin oleh Allah, jangan takut kamu tidak bisa menghidupi istri dan anak-anakmu, hanya karna belum mendapat pekerjaan yang mapan, sebab rizeki dua insan yang telah dipercaya untuk membangun rumah tangga dengan niatan yang enyempurnakan ibadahnya kejalan allah maka allah akan menjamin rezeki keduanya. untuk apa masih ragu jika allah telah menjamin kita karena sesuanguhnya dia adalah yang maha pemberi rezeki.

Menikah hanya butuh kemantapan hati dan yakin bahwa kamu bisa bertanggung jawab, karena menikah ini dasarnya haya butuh keyakinan dan kemantapan hati bahwa kamu bisa bertanggung jawab, tentang harta dan kemapanan bisa dicari bersama sang istri, saya yakin akan sukses setelah menikah karena di jalani dengan iklas.

Namun presepsi sebagian orang ada yang bilang sukses dlu baru menikah, agar setelah pernikahan dapat melanjutkan hidup sesuai apa yang diharapkan, dan jika saat kita mengejar sukses dahulu baru menikah, lantas bagaimana jika anda belum sukses, sampai kapan anda akan menikah? sampai berapa umur anda menunggu sukses? itu adalah statmen yang terucap jika mengejar sukses dahulu. Tetapi perlu kita ketahui sukses itu tak selamanya menjamin hidup kita bahagia, karena sukses tanpa tanggung jawab dan ilmu tidak akan membawa dampak yang positif bagi rumah tangga anda.

Wahai para kaum pria carilah wanita sholeha yang tau makna dari arti sebuah pernikahan yang sesungguhnya, sehingga ia tidak memandangmu sebelah mata, karena wanita yang sholeha tidak akan menolakmu, dengan alasan karena kamu belum sukses ataupun belum mempunyai pekerjaan yang mapan. seperti saya ini.. hehe. Sebab wanita sholeh selalu memandang beberapa hal dari seorang laki-laki, beraklaq mulia, berilmu, tanggung jawab dan bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya.

Dan ingat untuk para wanita. keluarga yang samaraba (Sakinah, Mawadah, Rohmah, Barokah) tidak dimulai dari seberapa harta atau jabatan yang sangat wah, tetapi dimulai rasa saling bertanggung jawab, saling percaya, saling terbuka dan saling memahami hak dan kwajiban masing-masing sebagai pasangan suami istri.

Sunday, September 17, 2017

The Journey Of Life


After finishing my study in college, I started to face a new face in my life. After getting a picture on graduation moment, I step a new word. I mean a jobless word. Hehehehee....... In fact, many of bachelors did not get job after they finished their education, Moreover a minister of labour and transmigration, Muhaimin Iskandar, ever told abaut intelectualjobless people and a very hard on finding jobs in the progress country. Then meny people questioned "does learning in collage can be called as future investation?"

I sent many application letters on jobstreet which is very populer by providing job vacancy information. Moreover, I did it since I complete my undergraduate thesis. But it is nothing. I did not  get any feedback. I feel worry, and alwais wondering. A month, two months, six months passes so fast. I had not got any call from the company I applied for. I wondered on my days, "what's wrong with my apply?"  it made me so worry and desperate.

To fill my days, I tried to registered an online driver as I thought this was the only one way to survive in the foreign place. I tried to survive even thought I did not have friends or girlfriend to share. What people said  is true that if we did not have some money. friends or girlfriend are difficult to find. Many of girls will come to us when we have lots of money. I tired to be patient every day. Then I asked to myself, what to human do except being patient in this situation?  I did not kno what is the best to me. Maybe god had a good planning for me espesially better job in the future. Essentially, we must try hard and try again if we fail. I almost desperated and felt bored on facing this situation. But I still had a great belief because god hos good planning for me.

Sometimes, I was so sad  when I met my college friends for they had good position on their job. But, if I asked them about job vacancy, they would say "NOTHING!". That made so sad. They might forget that they had ever played together with me, drinking coffe together, and many other activities. But it was no problem. I tried to smile my hart annoyed.

One day after I went for driving ( it is called ngojek. ngojek itu bahasa inggrisnya apa ya) and gathered with other drivers in a small shop, there was a friend giving information abaot job vacancy in one company by posting a later, I went home directly and made an application letter. Then, I sent it directly A week leter, I go a call. Actually there were to interview invitations. Then I chose my friend's recommendation. Step by step I did until I was accepted by that company even though it was not really I expect. But, I can do nothing than I had no job. I am still finding a job vacancy like I expect. Now, I just say thanks to god for the blessings.

Mohon dimaklumi masih tahap belajar, hehee......yang ingin menanggapi silahkan meninggalkan momentar di bawah postingan ini.