Sunday, October 1, 2017

Menerima dia yang tak lagi Sempurna, Sanggupkah?



Setiap Orang pasti menginginkah memiliki pasangan yang sempurna, Apakah itu dari fisik, kepribadian, keluarga, pekerjaan dan kehormatan. Yang dimaksud kehormatan disini adalah virginity. ya, apalagi jika seorang yang masih perjaka, seringkali menginginkan seorang wanita yang masih virgin. Dia ingin pasanganya kelak adalah wanita yang belum pernah dijamah oleh lelaki manapun. tak dipungkiri, wanita yang tak lagi perawan masih dianggap wanita yang tek sempurna, bahkan ketidaksempurnaan tersebut membuatnya dipandang sebelah mata dan tak layak untuk diperjuangkan oleh lelaki. di dalam tulisan ini saya ingin mengutarakan pendapat dan sharing mengenai persoalan ini. Apakah yang akan kamu lakukan sebagai seorang laki-laki, jika ternyata wanita pilihanmu tek lagi sempurna? 

Jika pasangan kamu tak lagi sempurna apakah kamu akan meningalkan begitu saja tanpa ada pertimbangan lain?

Hal ini terjadi saat pasanganmu merasa dirinya tidak pantas dan ingin mundur untuk menjadi pendamping hidupmu. Pertanyaanya:

Jika wanitamu tak ingin mundur, apakah anda akan tetap bertahan denganya? sementara pada awalnya kamu sudah bilang bahwa kamu tak bisa menerima wanita yang sudah pernah dijamah oleh laki-laki lain.

Apa alasanmu tidak bisa menerima ketidaksempurnaanya? bila menurutmu itu sebuah kesalahan, bukankah itu kesalahan dari masalalu?
Kalaupun kamu tak bisa mentoleransi hal tersebut, dan mengangap bahwa hal tersebut adalah sebuah kesalahan, tapi bukankah itu adalah kesalahan dimasa lalunya? ini bukan kesalahan dimasa sekarang, ini cerita masalalunya. kenapa kamu bisa menerima hal tersebut? kita tak lagi bisa menutup mata bahwa hal tersebut bukan hal yang tabu lagi. Pertanyaanya:

Kamu mau memilih mana pasangan yang selingkuh atau pasangan yang tak sempurna?

Selingkuh itu tidak setia dan berbuat curang, dan itu dilakukan pada saat dia masih menjalin hubungan bersamamu. Sedangkan kesalahan yang membuatnya tak lagi sempurna dimatamu itu adalah kesalahan dimasa lalu, yang mungkin dilakukan dengan kekilafan, mungkin saking cintanya hingga rella mempertaruhkan segalanya, walau akirya ZONK. Jika kamu benar-benar membuka hati pada dirinya, seharusnya kamu bisa menerima segala kekuranganya, bukankah seperti itu yang namanya mencintai dengan tulus?

Semua tergantung pada hati nuranimu, Tanyakan pada hatimu, seberapa besar kamu membuka hati untuk pasanganmu?

Jangan karena sebuah kesalahan dimasa lalu, membuatmu menutup mata akan segala kebaikan-kebaikan yang ada pada dirinya. Jangan hanya karna sebuah ketidaksemnpurnaan yang dimilikinya membuatmu lupa bahwa ada banyak hal lain pada dirinya  yang selama ini ternyata mampu mengisi kekosonganmu. Dari beberapa kreteria yang anda tetapkan setidaknya pasangan anda sudah memenuhi beberapa kriteria anda itu, karena manusia tidak ada yang sempurna.

Jika sekarang kamu menolak karena satu kekurangan, dimasa yang akan datang apakah kamu yakin akan mendapatkan semua kreteria yang kamu inginkan?

Andaikata kamu dapat pasangan yang mampu menjaga kehormatanya. Tapi ternyata dia tidak setia, sombong, penuh kepura-puraan bahkan dia hanya melihat kelebihan-kelebihanmu saja, seperti title, harta tanpa menerima kekuranganmu, apa yang akan kamu lakukan?

Dalam memilih pasangan hidup, misalknya kita menginginkan 5 kreteria tertentu, tapi anda hanya dapat 3 atau 4 dari kreteria yang anda harapkan. Menurut saya pribadi, lebih baik menerima satu kekurangan pasangan kita. Selama dia sudah berubah dan mau diajak ke jalan yang lebih baik, Why not? Think twice and wisely brother! 

Jika masa lalu dia pernah berbuat kesalahan, apakah dia tak pantas menjadi pendamping siapapun?

Jika setiap lelaki tak bisa menerima ketidaksempurnaan itu, apakah tak pantas wanita itu mendapatkan pendamping hidup? Dan jika setiap lelaki berlaku seperti ini, berarti tiada guna lagi kata insyaf, taubat atau berubah menjadi lebih baik lagi. Coba renungkan dan coba berfikir positif,  Bayangkan  jika kamu sebagai lelaki berada di posisi wanita. Dan ambilah keputusan dengan sebijaksana mungkin.


Tulisan ini hanyalah karangan, disaat waktu kosong, tulisan ini tidak ada unsur mendiskriminalisasi siapapun,  tulisan ini hanyalah sharing..