Aku selalu bertanya-tanya, siapa kamu?
Kapan kita akan bertemu?
Aku belum tahu bagaimana rupamu, hidup seperti apa yang saat ini kau tuju berada di belahan bumi mana kau mengejar mimpimu, bahkan tangan mana yang saat ini sedang mengelanyut di bahumu. aku hanya tahu bahwa pertemuan kita masakah waktu.
tak perlu terburu-buru, perbaiki saja dirimu dahulu, jalani semua petualanganmu yang kamu mau, puaskan juga patah hatimu, hingga saat nanti kita bertemu, kamu yakin akulah jawabanya dari semua do'amu itu.
Akupun disini sama, aku sedang memperbaiki diriku sebisanya. aku akan memoles semua kekurangan yang ada, hingga nanti siap menyambutmu yang istimewa. Sementara ini, marilah kita saling meminta dalam do'a.
Aku akan sabar menunggu, hingga kamu rampung dengan segala urusanmu. Agar nanti saat kau datang padaku, tidak ada niatmu untuk pergi berlalu. sementara kamu sedang membereskan semua itu, akupun menyelesaikan semua urusanku, karena nanti, kita akan memulai langkah kita dengan diri yang baru.
Aku percaya bahwa dirimu hanya sebaik dirimu, begitu aku yang hanya sebaik kamu, karenanya kamu menjaga baik-baik dirimu? Akupun begitu, akan kujaga baik-baik diriku, hingga nanti aku menyerahkan semuanya semuanya utuh untukmu.
Kamu mungkin sosok sederhana, tidak punya pesona yang bisa membiusku sampai sebegitunya. Tapi kelak cinta, ketulusan dan perlakuanmu padaku yang akan dijadikan pertimbangan utama. kita sudah dewasa, masalah rupa tidak lagi menepati urutan pertama dalam daftar kriteria. Kemampuanmu juga bukan segalanya, karena aku yakin kita dapat membangun kehidupan sangat kokoh bila bersama. kamu hanya perlu terus berusaha, dan akupun akan memberimu pendamping yang tidak ada habisnya.
kamu mungkin sedang berada di belahan bumi yang bermil-mil jauhnya dari sini, atau jadi justru orang yang sering kutemui saben dino. kita hanya perlu menyadari bahwa kita sedang sama-sama mencari. semoga tuhan membuka jalan untuk kita mengakiri ini.
Sementara ini, mari kia saling memantaskan diri kita. Kita akan dipertemukan bila sudah sama-sama siap nanti. Dan semoga antara kita tidak pernah ada kata perpisahan, selamanya kita disatukan dalam ikatan yang di restui tuhan.
Aku sedang menempa diri untuk mendewasakan, agar nanti kamu tidak lagi direpotkan oleh sifat kekanak-kanakan. Aku belajar untuk menjadi sosok laki2 yang bertangung jawab, gara nanti aku tidak terlalu bergantung pada orang lain.
