Sunday, October 1, 2017

Kapan Nikah?

blog.prehanto.com

Disaat teman seangkatan sibuk dengan urusan karir, Kita masih berjibaku dengan urusan hati. Saat yang lain sibuk  mengantar anaknya sekolah, kita masih berkutat  dengan urusan kerjaan yang seolah ga ada habisnya. Saat berkumpul dengan keluarga besar, pasti kita jadi sasaran pertanyaan mereka "kapan nikah?" Hal ini pasti sering dirasakan sebagian temen-temen yang masih jones, kebanyakan orang yang berumur diatas 25 yang belum menemukan jodohnya. termasuk saya.. hehehe




Mungkin kita bosan dengan pertanyaan itu, lalu dengan logika yang mereka ciptakan sendiri, mereka akan berkesimpulan, "Kamu terlalu sibuk bekerja sampai lupa menikah" atau " kamu terlalu memilih-melih makanya ga dapet-dapet". He kalian sudah berubah jadi dukun, apa malah jadi tuhan? yang bisa membaca hati dan pikiran manusia?

Untuk orang-orang yang selalu menghujani kami dengan pertanyaan "kapan nikah?", pernahkan kalian berfikir atau setidaknya bertukar peran sebentar saja menjadi diri kami, orang yang belum juga menemukan jodoh diusia kami yang diatas 25 tahun ini? Ataukan ada peraturan tertulis bahwa menikah itu harus umur 25 tahun ke bawah? tidak ada kan?

Kalian mungkin beruntung menjadi seseorang sempurna dimana siklus hidup kalian bisa berjalan lancar sesuai idialisme kalian, Sekolah, Kuliah, Menikah dan memiliki anak diusia yang benar-benar ideal. Tapi kalian sadar ga sih, bahwa garis hidup manusia itu diciptakan berbeda? dan siapa yang  ga pengen minikah?  Karna menikah menyempurnakan ibadah klo dalam ajaran islam, memberikan ketenangan ketika hidup kita bisa berbagi dengan pasangan. 

Namun sekali lagi, bukan kamilah yang menginginkan hal ini. Kami pun bukan diam tanpa berusaha. Mungkin kita belum yakin dengan pasangan kita atau bahkan ada yang belum dipertemukan jodohnya.

Dan taukah kalian, ketika kita sibuk bekerja, atau kadang tak ingat waktu, itu bukan karena kita tidak memiliki pasangan hidup, Justru kita menyembunyikan diri dengan pekerjaan agar bisa membunuh waktu dan agar tidak galau terus memikirkan nasib. Lebih baik melakukan hal yang produktif.

Kalau dibilang terlalu pilih pilih, seberapa tahu kalian tentang kriteria kami? ya, mungkin kami pemilih, karena pasangan yang kami inginkan untuk sekali dalam seumur hidup. Seorang iman keluarga, nahkoda kapal yang membawa keluarga kami kelak mengarungi biduk rumah tangga. kami perlu menganalisa dan belajar dari hal yang ada, sebagai bahan evaluasi yang nantinya akan menjadi sebuah pelajaran agar tidak terjadi pada keluarga kami

Yang pasti, saat ini kami sedang berusaha memantaskan diri untuk menjemput jodoh impian kami. Bukan pasangan hidup adalah cerminan diri kita? Jika kita ingin pasangan yang baik, pastinya kami harus menjadi pribadi yang baik juga, berusaha meyakini dan percaya bahwa Tuhan pun akan menghargai setiap usaha dari hambaNya, Dan yakin ketepatanNya adalah terbaik, karena dialah dibalik penulis skenario kehidupan manusia. Jika sudah saatnya pasti akan datang juga.