Saturday, February 24, 2018

Bersyukurlah Menikah Sebelum Mapan

blog.prehanto.com


Mungkin kalian sebagai pembaca bingung mengenai judul artikel ini, karena jika kita sebagai laki-laki maupun perempuan yang menund menikah hanya karna stu alasan belum mapan. saya disini tidak akan mempermasalahkan apa sih definisi dari kata mapan? karena mapan itu bagi setiap orang berbeda-beda, orang akan mempunyai tolk ukur yang berbeda-beda dan pengertin yang berbeda juga, tetapi bagi mereka yang masih ragu atau meragukan untuk menikah karena untuk menunggu dirinya mapan dan serba terpenuhi. itu sangat salah besar, maka dari itu saya akan menjelaskan masalah itu.

"Menikah sebelum mapan atau bersyukurlah bagi kalian yang menikah sebelum mapan". mungkin semua orang butuh seseorang yang bisa menemani hidup bersama, laki-laki maupun perempuan pasti akan membutuhkan seorang yg bisa hidup bersama nya, yaitu mencari calon pendamping. Didunia ini tak ada seorangpun yang bisa hidup  yang sempurna dimana kesempurnaan hanya dmiliki Allah semata, sama hal dengan artiket kata mapan, semua orang tidak ada yang mapan secara langsung dan itu butuh proses.

Bagi laki-laki yang menunda untuk menikah hanya dengan alasan "Belum Mapan" maka solusinya itu carrilah perempuan atau calon pendamping yang bisa menerima dengan kerendahan hati, menemani hidup sebelum mapan sampai mapan.

Bagi saya menilah bukan hal yang diukur dengan materi ataupun kekayaan yang bisa dibilang mapan, jika diukur dengan materi apa pernikahan akan bahagia atau sempurna dengan adanya mapan?. Bagi saya tidak sempurna karena menikah itu bukan diukur dalam segi mapan tapi diukur bagaimana kita saling menjaga "Komitmen" dalam suatu pernikahan tersebut.

Dengan adanya pernikahan sebelum mapan, seseorang akan menghadapi dengan pasangan penuh penghargaan dan saling menghargai satu sama lain. Karena ia akan sadar bahwa didalam diri pasangan masing-masing tersebut ada sisi yang akan menyempurnakan dirinya mereka masing-masing. Bayangkan jika pola pikir seperti ini tidak ada dalam sebuah pernikahan, hubungan suami istri akan terus atas-bawah, tidak saling menghargai dan cenderung tidak adil satu sama lain. tidak sedikit suami yang karena akan merasa bahwa dialah yang memiliki penghasilan, dialah yang punya uang, dialah yang merasa paling dihargai orang lain, malah akan merendahkan dan tidak menghargai istrinya.

Mungkin jika hanya dengan nekat menikah sebelum mapan takut akan hal tidak ada biaya untuk menghidupi atau memberi makan istri dan anak nantinya, bukan kah suatu pernikahan ada yang lebih berarti lagi, yaitu rasa tangung jawab akan mengalahkan kata  "MAPAN".

Hanya dengan percuma menikah mapan, api tidak memiliki rasa tangung jawab terhadap keluarga. Banyak diluar sana yang menikah sesudah mapan tapi mereka malah mentelantarkan keluarga mereka dengan banyak kekayaan tidak ada kasih sayang.

Tapi jangan hanya dengan saling mengerti untuk mewukudkan impian-impian besar saja. Pernikahan bukan hanya tentang mewujudkan suatu impian-impian besar atau ingimn mencapai tujuan tertentu, tapi juga menjalani hal-hal kecil dengan keseharian itu, Jik yang didala pikiran anda hanya ingin mewujudkan impian besar tentang partai Politik.

Apakah dengan cara menikah seseorang yang belum mapan akan menjadi mapan? belum tentu. tergantung dengan kualitas pernikahan itu sendiri atau diri anda sendiri itu punya kualitas baik atau tidak. dan kualitas pernikahan ditentukan oleh pola hubungan antara suami dan istri. Mungkin banyak suami atau istri yang memperlakukan pasangannya dengan prinsip relasi aku-kamu, dengan mengangap pihak 'kamu' hanya sebagai objek atau benda yang tidak memiliki kehendak atau pilihan-pilihan.

Tentu saja relasi semacam ini itu miskin empati terhadap pernikahan. dalam relasi aku-kamu dan kamu adalah pihak luar, kamu adalah yang harus nurut, kamu adalah objek yang tidak merdeka atau tidak harmonis pernikahanya.

Mari kita kembali ke topik kemapanan, individu yang lebih menghargai individu lainya, suami yang telah berempati pada istrinya, memiliki peluang lebih besar untuk mapan dalam pernikahanya. Sekali lagi, mapan bukan hanya soal kekayaan yang cukup atau kecukupan dlm segi finansial, tetapi mapan dalam pengertian lebih luas. menjadi pribadi yang lebih dewasa yang sangup menghadapi beragam tentang tantangan dalam hidupnya, mempunyai rasa tangung jawab penuh atas pernikahanya dan sangup menjaga suatu komitmen itu menjadi lebih berarti.

Bagi saya bersyukurlah menikah sebelum mapan, karena menikah sebelum mapan adalah hanya orang-orang tertentulah dan orang yang mempunyai tangung jawablah yang ingin emilih menikah sebelum mapan, Maka crilah orang yang mau menyempurnakan kekurangan itu, yang bisa membuat kita lebih sukses, lebih dewasa, mempunyai kasih sayang terhadap keluarga dan mempunyai rasa tangung jawab yang cukup.

Rasulullah SAW bersabda: Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu, Sesunguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits)