Saturday, December 2, 2017

Karena Tidak hanya Kepeda Jodoh Saja Kami Memantaskan Diri

pre

Raut wajahnya datar, tidak ada emosi dalam rima ucapnya. Yang dapat kucerna dalam kalimat itu sama seakan tidak ada beban ketika ia mengutarakannya. Tak ada hal yang dapat kulakukan kala itu selain diam. Kalimat itu adalah kalimat yang paling aku ingat dalam kurun waktu 1 tahun setelah itu. Tentu saja kalimat itu terlontar dari sosok yang dulunya aku sayangi selain keluarga dan teman-temanku dan sekarang tinggal memori2 rasa kecewa. Meski kesedihan adalah muaranya aku justru bersyukur karena Allah memberiku Sakit Hati dikala itu, karena hal itu kini sudah menjadi bahan bakarku untuk berakselerasi menuju pribadi yang lebih pantas dan berguna, tidak hanya untuk satu sosok saja, melainkan untuk semuanya.

Tidak perlu diragukan berapa besaran sakit hati yang kudapat. memori2 pun sering terulang tanpa kuhendaki, tapi sudahlah, aku tidak perlu melawanya kunikmati saja, karena pada dasarnya memori manusia tidak diciptakan untuk melupakan, tapi diciptakan untuk terus berkembang dan diperbaharui dengan menambahkan memori2 terkini. Sedangkan Rasa benci? itu juga berhasil kuselaraskan dengan narasi2 penuh kasih dari sosok-sosok besar seperti Muhamad dan nabi isa yang tak pernah benci.

Bagiku kini tidak perlu sibuk mencari pengganti, karena sibuk mencari akan membuat lupa hal-hal yang lebih baik dari pada sekedar mencari. Aku percaya segala sesuatunya memiliki perhitungan pasti, tidak perlu diragukan lagi. Bagiku sekarang memantaskan diri adalah suatu cara indah yang dipilihkan Allah untukku

Memantaskan diri adalah sebuah perjalanan panjang yang mungkin akan dilakukan sampai mati. Satu kata untuk mewakili perjalanan panjang terebut adalah "Belajar", satu kata dengan puluhan ribu makna. Selain itu memantaskan diri juga bisa berarti menikmati alur, alur kehidupan yang diciptakan Allah, dimana didalamnya kita akan membuat keputusan-keputusan penting untuk menentukan arah laju perjalanan hidup. 

Bagiku memantaskan diri tidak hanya bermuara untuk satu orang atau hanya biasa orang sebut jodoh, tetapi memantaskan diri juga bermakna menebarkan nilai guna kepada sesama manusia, karena dengan cara itulah aku yakin Allah akan memberi ganjaran yang luar biasa karena terus menebar kebaikan dimana-mana, karena mungkin saja nantinya dapat menemukan sosok yang kita butuhkan selama menebar nilai guna pada sesama. Dalam perjalananku, aku sering memikirkan apakah aku adalah sosok yang sama ketika 2 tahun lalu, ataukah aku adalah sosok yang tengan dalam fase peralihan menuju sosok yang lebih baik lagi. Namun, kini aku merasa beruntung aku dapat menjalani pilihan kedua yang tentu saja pilihan yang sudah dikehendaki Allah.

Beralih menuju pribadi yang lebih baik. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan demi mendapati kualitas diri menjadi lebih unggul dari sebelumnya. Salah satunya adalah rajin mencari ilmu baru. Bukan seperti pendidikan, ilmu sumbernya tidak selalu berupa kekognitifan, nilai A, B atau C, tapi ilmu sumbernya sangat banyak, mulai dari buku, sampai obrolan teman. Jangan ragu untuk mencari ilmu baru, karena orang dapat dikatakan berubah apabila berilmu, karena kita belajar maka cara pandang menjadi lebih luas daripaa sebelumnya. Hal yang paling aku suka dari cara ini adalah membaca dan mengenal ilmu-ulmu baru.

Sebelum berusaha mengenal dan mencintai orang lain sepatutnya kita harus mengenal serta mencintai diri sendiri terlebih dahulu, termasuk potensi yang ada di dalam diri kita, karena apa yang kita cari sebenarnya sudah berada di diri kita. Maksimalkan seluruh potensi didalam diri kita, tiak perlu terlalu sering melihat orang lain, menurutku itu sangat penting, karena potensi atau bakat sangat mahal harganya dan mungkin saja tidak bisa dibeli. dengan cara mengasah kemampuan terus menerus mungkin saja nantinya kita dapat berkarya dan menghasilakn pundi-pundi materi dari potensi diri. diluar sana banyak sekali sosok luar biasa yang dapat dicontoh dan memiliki mata pencarian dari potensi dirinya.

Menjalin hubungan silatuhrahmi yang baik juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri. menurutku cara ini sangat ampuh untuk digunakan, karena mungkin saja dengan membangun lingkaran-lingkaran silahturahmi baru, potensi pintu rezeki akan semakin terbuka lebar, Tidak lupa juga sebaiknya memperhatikan pergaulan, apabila cenderung meiliki banyak keburukan sebaiknya dihindari, lebih baik lagi apabila mendekati beberapa sosok yang telah sukses dalam membangun diri yang lebih baik.

Tidak  ada cara yang lebih baik untuk memohon selain berdo'a. Allah Maha segalanya, termasuk maha pendengar, Dia sama sekali tidak pernah berhenti mendengarkan apapun, termasuk do'a seluruh umat manusia dimuka bumi. Sifat tuhan itulah yang mendasariku untuk sama sekali tidak berhenti memohon apapun, termasuk dalam pengambilan keputusan atas nama Allah. Do'a tidak akan bekerja dengan sendirinya apabila tidak berusaha, dengan do'a dan usaha yang dilakukan secara terus menerus mungkin saja suatu hal baik kelak akan terjadi. jika anda bertanya kapan ya sabar aja.

Istilah memantaskan diri kini memiliki makna yang tiak jauh dari kata mendekatkan diri kepada sang ilahi. Selain dengan berdo'a, sebaiknya juga memperbaiki kualitas ibadah. Mulai dengan sering mungunjungi masjid,  mengunjungi gereja tiap akir pekan (bagi yang non muslim) dan banyak sekali cara yang harus dilakukan. Sering kita melihat pemuka-pemuka agama yang penuh wibawa, dari tuturnya menghadirkan rasa damai dan kebijaksanaan dalam hati. Hal ini adalah buah dari seimbangnya ilmu keduniaan dan juga ilmu keagamaan. Bukankan tidak ada yang lebih baik dari pasangan yang memiliki keseimbangn tersebut, sosok jodoh yang masih dalam imaji pun nantinya pasti akan senang dengan pribadi yang penuh wibawa, berilmu, bijakana dan dari perempuan dirinya selama menebar nilai guna dimana-mana dapat menempatkan diri dalam situasi seperti apapun.

Memantaskan diri bukan hanya sekear menyibukan diri, melainkan cara untuk menempa diri dan yang paling diidamkan adalah menjadi sosok yang lebih berkualitas seperti logam mulia yang selalu ditempa seiring waktu. Jodoh adalah salah satu bonus saja, yang paling penting adalah terus menebarkan nilai guna dimanapun berada. Seperti dalam satu kutipan yang cukup saya sukai.

"Jangan menjadi sosok yang ada atau tidak adanya sama saja, hadir tidak menggenapi, tak adapun tidak mengganjilkan"


Kini aku sangat menikmati cara seperti ini, berlahan menuju pribadi yang lebih baik dan beruaha pantas, tidak hanya bermuara pada satu sosok saja (jodoh), melainkan untuk semuanya. 


"Selamat menikmati malam minggu dan gunakan dengan hal-hal yang bermanfaat"