Wednesday, June 13, 2018

Lebaran Sebentar Lagi, Buat yang Jomblo Siapkan Amunisi Jawaban Saat Ditanya "Calonya Mana?"

Pre

Tidak terasa bulan ramadhan tahun ini sudah hampir usai, Bagi yang jauh di tanah rantau sudah bersiap untuk mudik, bahkan sudah ada  yang sampai dikampung halaman. Bicara soal mudik tentu jadi momen yang di tunggu banyak orang. Perjalanan dari kota ke desa jadi satu ritual yang tak terpisahkan dari Hari Raya Lebaran. Buat Kamu yang jomblo, sudah siap-siap mendapat pertanyaan tentang sudah punya calon blum? Saat Lebaran nanti, semua keluargamu yang terpencar-pencar akan pulang ke kampung halaman, selain momen memaafkan, lebaran juga saling melepas kangen.

Untuk yang sudah punya pasangan, lebaran bisa jadi tambah istimewa karena kamu bisa memperkenalkan pasanganmu ke keluarga. Untuk kamu yang jomblo, karena saya pengertian, nih saya bantu kasih alternatif jawaban yang bisa di pakai untuk menjawab pertanyaan calonya mana, agar kamu bisa tetap enjoy saat lebaran nanti.

1. Karena calonmu bisa siapa saja yang sedang lebaran, jawab saja:
    "Calonku lagi lebaran dirumah orang tuanya.


 Biasanya yang paling ribet menanyakan mana calonmu adalah keluarga besarmu dan para tetangga, sementara ayah dan ibu sebenarnya santai saja. Kalau itu terjadi, ya bilang aja calonmu ada dirumahnya sendiri..wkwkwkw. Belum halal ini, masa mau diajak lebaran kerumah?  Nga bohong2 amat ko, toh calonmu memang bisa siapa aja kn? yang jelas calonya lebaran juga bersama keluarganya. Tapi bisa juga calonmu lebaran di rumah pacarnya.  Hiks..

2. Alasan LDR memang paling manjur, bilang aja klo LDR. (kamu disini, dia dimana depan,    jadi belum sempet ketemu saat lebaran.


Kamu harus tetap optimis bahwa jomblo artinya kamu sedang LDR-an dengan calonmu dimasa depan nanti. Jadi jangn berkecil hati kalau ditanya calonmu mana, Yang Namanya LDR pasti nanti akan ada pertemuan ntah kapan, ya sabar aja mblo...wkwkw (Lungo Dewe Rapopo)

3. Kalau ditanya  "Kapan Nikah?" pas lebaran jawab aja apa adanya. "Nanti dong, sekarang KUA kn masih tutup juga."

Udah dlu ya, gue mo taraweh dlu.. wkwkw



Saturday, April 7, 2018

Pernah Gagal bukan berarti kamu Payah


Pernah mengalami apa itu yang dinamakan keterpurukan?
Pernah terlarut-larut terlalu lama dalam keterpurukan?
Pernah Gagal?
Lantas merasa diri tak bisa? 
Pernah nyaris putus asa sampai mencela bahkan merendahkan diri sendiri karena gagal?
Usaha yang dilakukan gagal terus hingga berubah frustasi?

Sama, saya sebagai penulis juga pernah. Terpuruk adalah masa dimana kita tidak bisa apa-apa, merasa susah bangkit. Bngkit kembali dengan semangat baru memanglah bukan perkara mudah ketika sedang terpuruk. Tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa, ada jalan asal ada kemauan. Pikiran kacau hati gelisah karena kawatir itu wajar. Tapi apa kita mau seperti itu terus?

Terlarut terlalu lama dalam keterpurukan bukanlah hal yang dapat dibenarkan. Gagal itu wajar, gagal itu biasa, terpuruk boleh tapi dengan berlarut-larut. Hidupmu tidak lantas berhenti bukan? Lalu apa kamu mau tetap begini. Kamu gagal kemarin, gagal juga sekarang. yang terjadi tidak sesuai harapan, semua melenceng dari bayanganmu. tapi bukan berarti kamu gagal terus bukan? Tidak berarti kamu tak akan pernah berhasil.

Banyak tidak diketahui orang, saat kondisi seperti itu sebenarya masih dalam fase kegagalan. Ketika kamu sudah menghabiskan jatah gagalmu, Ketika kamu sudah benar-benar mencoba segala cara, maka cepat aau lambat kamu pasti akan berjumpa dengan keberhasilan itu sendiri. Hanya dia si penakut yang takut akan mencoba, hanya dia si pemalas yang katakan tidk bisa sebelum kembali mencoba. 

Hanya dia si pemberani yang tak takut untuk mencoba. hany dia yang berani mencoba, berani berjumpa dengan kegagalan yang pasti berhasih. hanya dia yang menghabiskn jatah gagalnya yang akan sukses meraih mimpi. Coba yakinkan dirimu bahwa gagal sekarang bukan berarti kamu akan gagal terus. Jika kamu takut mencoba, bagaimana mungkin kamu akan berhasil? Jika kamu takut melangkah, bagaimana mungkin kamu dapat jalan? Jika kamu takut berjumpa gagal bagaimana mungkin kamu dapat menemukan jalan suksesmu?

Jika kamu takut jatuh dan tak bisa bangkit lagi, bagaimana mungkin kamu bisa berlari Berlari menejar mimpi, gagal seharusnya jadi ajang intropeksi diri, jadi ajang memperbaiki diri, jika kamu sudah mencoba salah satu jalan dan gagal, itu artinya kamu dituntut untuk menemukan jalan lain. kamu tidak mau dibilang paah bukan? Maka melangkahlah, cari jalan lain, cari cara lain. Orang-orang sukses itu tidak lahir dari jalan yang instant.

Orang-orang sukses itu tidak lahir di jalan yang bebas hambatan. Sukses itu tidak instan, Orang sukses itu tidak segampang menyedu kopi hitan di dalam cangkir, berjumpa sukses itu tidak segampang mengajak jalan si doi di malam minggu. Terus terpuruk, mebiarkan diri terlalu lama dalam keterpurukan sama saja artinya dengan kamu menunda waktu suksesmu. So, kamu mau melangkah kapan?

Sekarang atau nanti-nanti, kamu mu cepat sukses atau meringkuk saja? semua keputusan ad di diri kamu. yang perlu kamu catat adalah semakin kamu cepat melangkah akan semakin cepat kamu berjumpa dengan keberhasilan, semakin sering kamu mencoba akan semakin cepat kamu bertemu suksesmu. orang-orang hebat bukanlah mereka yang lahir tanpa kegagalan. Orang-orang hebat bukanlah mereka pernah jatuh tersungkur. orang-orang hebat itu bukanlah merekea tidak pernah mengalami kekalahan.

Mereka adalah si cerdik yang mampu mengatasi kekalahan dengan cermat. Mereka adalah si tanguh yang mampu bangkit meski dengan beban sekalipun. Mereka adalah si juara yang lahir dari kekalahan. Menyesal teralu lama itu tiada guna, terlarut-larut lama karena kegagalan terdahulu bukanlah hal yang patut dibenarkan. Kini saatnya kamu bangkit, berdiri tegak, mulai melangkah, mencoba jalan yang baru.

Andai gagal lagi dijalan yang ini, tidak masalah, siapa tau kamu akan berhasil di jalan setelah ini. Siapa yang tau. Kamu bisa dan pasti bisa, karena pada dasarnya semua manusia itu bisa, tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya yang belum bisa. Sudah cukup, cukup dalam kedan terpuruk, sekarang waktunya untuk bangkit waktunya menggapai masa depan, Jangan takut gagal, pernah gagal itu bukan aib, pernah terjatuh itu bukan berarti kamu tak mampu.

Justru gagal adalah bukti kamu pernah mencoba, jatuh dan kembali bangkit adlah bukti kamu mnusia tangguh, meraka yangyang besar tidak lahir dari hal kecil, mereka yang berhasil kini adalah mereka yang telah mampu menemukan jalan suksesnya, Kamu juga bisa, kalau kamu mau, Gagal bukan alasan untuk frustasi, justru gagal adalah alasan untuk menemukan jalan lain demi meraih apa yang telah dicita-citakan.

Memaki bahkan merendahkan diri sendiri karena berjumpa dengan kegagalan bukan hal yang patut dibenarkan. lagipula untuk apa kamu mencela dirimu sendiri? apakah hal tersebut akan merubah keadaan? Sama sekali TIDAK. Ini bukan salahmu, hanya saja mungkn ini bukan jalanmu, Bangkitlah!! Bangkit dan temukan jalanmu, bangkit dan pilihlah jln baru.

Saturday, February 24, 2018

Bersyukurlah Menikah Sebelum Mapan

blog.prehanto.com


Mungkin kalian sebagai pembaca bingung mengenai judul artikel ini, karena jika kita sebagai laki-laki maupun perempuan yang menund menikah hanya karna stu alasan belum mapan. saya disini tidak akan mempermasalahkan apa sih definisi dari kata mapan? karena mapan itu bagi setiap orang berbeda-beda, orang akan mempunyai tolk ukur yang berbeda-beda dan pengertin yang berbeda juga, tetapi bagi mereka yang masih ragu atau meragukan untuk menikah karena untuk menunggu dirinya mapan dan serba terpenuhi. itu sangat salah besar, maka dari itu saya akan menjelaskan masalah itu.

"Menikah sebelum mapan atau bersyukurlah bagi kalian yang menikah sebelum mapan". mungkin semua orang butuh seseorang yang bisa menemani hidup bersama, laki-laki maupun perempuan pasti akan membutuhkan seorang yg bisa hidup bersama nya, yaitu mencari calon pendamping. Didunia ini tak ada seorangpun yang bisa hidup  yang sempurna dimana kesempurnaan hanya dmiliki Allah semata, sama hal dengan artiket kata mapan, semua orang tidak ada yang mapan secara langsung dan itu butuh proses.

Bagi laki-laki yang menunda untuk menikah hanya dengan alasan "Belum Mapan" maka solusinya itu carrilah perempuan atau calon pendamping yang bisa menerima dengan kerendahan hati, menemani hidup sebelum mapan sampai mapan.

Bagi saya menilah bukan hal yang diukur dengan materi ataupun kekayaan yang bisa dibilang mapan, jika diukur dengan materi apa pernikahan akan bahagia atau sempurna dengan adanya mapan?. Bagi saya tidak sempurna karena menikah itu bukan diukur dalam segi mapan tapi diukur bagaimana kita saling menjaga "Komitmen" dalam suatu pernikahan tersebut.

Dengan adanya pernikahan sebelum mapan, seseorang akan menghadapi dengan pasangan penuh penghargaan dan saling menghargai satu sama lain. Karena ia akan sadar bahwa didalam diri pasangan masing-masing tersebut ada sisi yang akan menyempurnakan dirinya mereka masing-masing. Bayangkan jika pola pikir seperti ini tidak ada dalam sebuah pernikahan, hubungan suami istri akan terus atas-bawah, tidak saling menghargai dan cenderung tidak adil satu sama lain. tidak sedikit suami yang karena akan merasa bahwa dialah yang memiliki penghasilan, dialah yang punya uang, dialah yang merasa paling dihargai orang lain, malah akan merendahkan dan tidak menghargai istrinya.

Mungkin jika hanya dengan nekat menikah sebelum mapan takut akan hal tidak ada biaya untuk menghidupi atau memberi makan istri dan anak nantinya, bukan kah suatu pernikahan ada yang lebih berarti lagi, yaitu rasa tangung jawab akan mengalahkan kata  "MAPAN".

Hanya dengan percuma menikah mapan, api tidak memiliki rasa tangung jawab terhadap keluarga. Banyak diluar sana yang menikah sesudah mapan tapi mereka malah mentelantarkan keluarga mereka dengan banyak kekayaan tidak ada kasih sayang.

Tapi jangan hanya dengan saling mengerti untuk mewukudkan impian-impian besar saja. Pernikahan bukan hanya tentang mewujudkan suatu impian-impian besar atau ingimn mencapai tujuan tertentu, tapi juga menjalani hal-hal kecil dengan keseharian itu, Jik yang didala pikiran anda hanya ingin mewujudkan impian besar tentang partai Politik.

Apakah dengan cara menikah seseorang yang belum mapan akan menjadi mapan? belum tentu. tergantung dengan kualitas pernikahan itu sendiri atau diri anda sendiri itu punya kualitas baik atau tidak. dan kualitas pernikahan ditentukan oleh pola hubungan antara suami dan istri. Mungkin banyak suami atau istri yang memperlakukan pasangannya dengan prinsip relasi aku-kamu, dengan mengangap pihak 'kamu' hanya sebagai objek atau benda yang tidak memiliki kehendak atau pilihan-pilihan.

Tentu saja relasi semacam ini itu miskin empati terhadap pernikahan. dalam relasi aku-kamu dan kamu adalah pihak luar, kamu adalah yang harus nurut, kamu adalah objek yang tidak merdeka atau tidak harmonis pernikahanya.

Mari kita kembali ke topik kemapanan, individu yang lebih menghargai individu lainya, suami yang telah berempati pada istrinya, memiliki peluang lebih besar untuk mapan dalam pernikahanya. Sekali lagi, mapan bukan hanya soal kekayaan yang cukup atau kecukupan dlm segi finansial, tetapi mapan dalam pengertian lebih luas. menjadi pribadi yang lebih dewasa yang sangup menghadapi beragam tentang tantangan dalam hidupnya, mempunyai rasa tangung jawab penuh atas pernikahanya dan sangup menjaga suatu komitmen itu menjadi lebih berarti.

Bagi saya bersyukurlah menikah sebelum mapan, karena menikah sebelum mapan adalah hanya orang-orang tertentulah dan orang yang mempunyai tangung jawablah yang ingin emilih menikah sebelum mapan, Maka crilah orang yang mau menyempurnakan kekurangan itu, yang bisa membuat kita lebih sukses, lebih dewasa, mempunyai kasih sayang terhadap keluarga dan mempunyai rasa tangung jawab yang cukup.

Rasulullah SAW bersabda: Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu, Sesunguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits)

Monday, January 22, 2018

Hingga Semesta mempertemukan, Marilah Kita Saling Memantaskan




Aku selalu bertanya-tanya, siapa kamu?

Kapan kita akan bertemu?

Aku belum tahu bagaimana rupamu, hidup seperti apa yang saat ini kau tuju berada di belahan bumi mana   kau mengejar mimpimu, bahkan tangan mana yang saat ini sedang mengelanyut di bahumu. aku hanya tahu bahwa pertemuan kita masakah waktu.

tak perlu terburu-buru, perbaiki saja dirimu dahulu, jalani semua petualanganmu yang kamu mau, puaskan  juga patah hatimu, hingga saat nanti kita bertemu, kamu yakin akulah jawabanya dari semua do'amu itu.

Akupun disini sama, aku sedang memperbaiki diriku sebisanya. aku akan memoles semua kekurangan yang ada, hingga nanti siap menyambutmu yang istimewa. Sementara ini, marilah kita saling meminta dalam do'a.

Aku akan sabar menunggu, hingga kamu rampung dengan segala urusanmu. Agar nanti saat kau datang padaku, tidak ada niatmu  untuk pergi berlalu. sementara kamu sedang membereskan semua itu, akupun menyelesaikan semua urusanku, karena nanti, kita akan memulai langkah kita dengan diri yang baru.

Aku percaya bahwa dirimu hanya sebaik dirimu, begitu aku yang hanya sebaik kamu, karenanya kamu menjaga baik-baik dirimu? Akupun begitu, akan kujaga baik-baik diriku, hingga nanti aku menyerahkan semuanya semuanya utuh untukmu.

Kamu mungkin sosok sederhana, tidak punya  pesona yang bisa membiusku sampai sebegitunya. Tapi kelak  cinta, ketulusan dan perlakuanmu padaku yang akan dijadikan pertimbangan utama. kita sudah dewasa, masalah rupa tidak lagi menepati urutan pertama dalam daftar kriteria. Kemampuanmu juga bukan segalanya, karena aku yakin kita dapat membangun kehidupan sangat kokoh bila bersama. kamu hanya perlu terus  berusaha, dan akupun akan memberimu pendamping yang tidak ada habisnya.

kamu mungkin sedang berada di belahan bumi yang bermil-mil jauhnya dari sini, atau  jadi justru orang yang sering kutemui saben dino. kita hanya perlu menyadari  bahwa kita sedang sama-sama mencari. semoga tuhan membuka jalan untuk kita mengakiri ini.

Sementara ini, mari kia saling memantaskan diri kita. Kita akan dipertemukan bila sudah sama-sama siap nanti. Dan semoga antara kita tidak pernah ada kata perpisahan, selamanya kita disatukan dalam ikatan yang di restui tuhan.

Aku sedang menempa diri untuk mendewasakan, agar nanti kamu tidak lagi direpotkan oleh sifat kekanak-kanakan.  Aku belajar untuk menjadi sosok laki2 yang bertangung jawab, gara nanti aku tidak  terlalu bergantung pada orang lain.

Saturday, December 2, 2017

Karena Tidak hanya Kepeda Jodoh Saja Kami Memantaskan Diri

pre

Raut wajahnya datar, tidak ada emosi dalam rima ucapnya. Yang dapat kucerna dalam kalimat itu sama seakan tidak ada beban ketika ia mengutarakannya. Tak ada hal yang dapat kulakukan kala itu selain diam. Kalimat itu adalah kalimat yang paling aku ingat dalam kurun waktu 1 tahun setelah itu. Tentu saja kalimat itu terlontar dari sosok yang dulunya aku sayangi selain keluarga dan teman-temanku dan sekarang tinggal memori2 rasa kecewa. Meski kesedihan adalah muaranya aku justru bersyukur karena Allah memberiku Sakit Hati dikala itu, karena hal itu kini sudah menjadi bahan bakarku untuk berakselerasi menuju pribadi yang lebih pantas dan berguna, tidak hanya untuk satu sosok saja, melainkan untuk semuanya.

Tidak perlu diragukan berapa besaran sakit hati yang kudapat. memori2 pun sering terulang tanpa kuhendaki, tapi sudahlah, aku tidak perlu melawanya kunikmati saja, karena pada dasarnya memori manusia tidak diciptakan untuk melupakan, tapi diciptakan untuk terus berkembang dan diperbaharui dengan menambahkan memori2 terkini. Sedangkan Rasa benci? itu juga berhasil kuselaraskan dengan narasi2 penuh kasih dari sosok-sosok besar seperti Muhamad dan nabi isa yang tak pernah benci.

Bagiku kini tidak perlu sibuk mencari pengganti, karena sibuk mencari akan membuat lupa hal-hal yang lebih baik dari pada sekedar mencari. Aku percaya segala sesuatunya memiliki perhitungan pasti, tidak perlu diragukan lagi. Bagiku sekarang memantaskan diri adalah suatu cara indah yang dipilihkan Allah untukku

Memantaskan diri adalah sebuah perjalanan panjang yang mungkin akan dilakukan sampai mati. Satu kata untuk mewakili perjalanan panjang terebut adalah "Belajar", satu kata dengan puluhan ribu makna. Selain itu memantaskan diri juga bisa berarti menikmati alur, alur kehidupan yang diciptakan Allah, dimana didalamnya kita akan membuat keputusan-keputusan penting untuk menentukan arah laju perjalanan hidup. 

Bagiku memantaskan diri tidak hanya bermuara untuk satu orang atau hanya biasa orang sebut jodoh, tetapi memantaskan diri juga bermakna menebarkan nilai guna kepada sesama manusia, karena dengan cara itulah aku yakin Allah akan memberi ganjaran yang luar biasa karena terus menebar kebaikan dimana-mana, karena mungkin saja nantinya dapat menemukan sosok yang kita butuhkan selama menebar nilai guna pada sesama. Dalam perjalananku, aku sering memikirkan apakah aku adalah sosok yang sama ketika 2 tahun lalu, ataukah aku adalah sosok yang tengan dalam fase peralihan menuju sosok yang lebih baik lagi. Namun, kini aku merasa beruntung aku dapat menjalani pilihan kedua yang tentu saja pilihan yang sudah dikehendaki Allah.

Beralih menuju pribadi yang lebih baik. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan demi mendapati kualitas diri menjadi lebih unggul dari sebelumnya. Salah satunya adalah rajin mencari ilmu baru. Bukan seperti pendidikan, ilmu sumbernya tidak selalu berupa kekognitifan, nilai A, B atau C, tapi ilmu sumbernya sangat banyak, mulai dari buku, sampai obrolan teman. Jangan ragu untuk mencari ilmu baru, karena orang dapat dikatakan berubah apabila berilmu, karena kita belajar maka cara pandang menjadi lebih luas daripaa sebelumnya. Hal yang paling aku suka dari cara ini adalah membaca dan mengenal ilmu-ulmu baru.

Sebelum berusaha mengenal dan mencintai orang lain sepatutnya kita harus mengenal serta mencintai diri sendiri terlebih dahulu, termasuk potensi yang ada di dalam diri kita, karena apa yang kita cari sebenarnya sudah berada di diri kita. Maksimalkan seluruh potensi didalam diri kita, tiak perlu terlalu sering melihat orang lain, menurutku itu sangat penting, karena potensi atau bakat sangat mahal harganya dan mungkin saja tidak bisa dibeli. dengan cara mengasah kemampuan terus menerus mungkin saja nantinya kita dapat berkarya dan menghasilakn pundi-pundi materi dari potensi diri. diluar sana banyak sekali sosok luar biasa yang dapat dicontoh dan memiliki mata pencarian dari potensi dirinya.

Menjalin hubungan silatuhrahmi yang baik juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri. menurutku cara ini sangat ampuh untuk digunakan, karena mungkin saja dengan membangun lingkaran-lingkaran silahturahmi baru, potensi pintu rezeki akan semakin terbuka lebar, Tidak lupa juga sebaiknya memperhatikan pergaulan, apabila cenderung meiliki banyak keburukan sebaiknya dihindari, lebih baik lagi apabila mendekati beberapa sosok yang telah sukses dalam membangun diri yang lebih baik.

Tidak  ada cara yang lebih baik untuk memohon selain berdo'a. Allah Maha segalanya, termasuk maha pendengar, Dia sama sekali tidak pernah berhenti mendengarkan apapun, termasuk do'a seluruh umat manusia dimuka bumi. Sifat tuhan itulah yang mendasariku untuk sama sekali tidak berhenti memohon apapun, termasuk dalam pengambilan keputusan atas nama Allah. Do'a tidak akan bekerja dengan sendirinya apabila tidak berusaha, dengan do'a dan usaha yang dilakukan secara terus menerus mungkin saja suatu hal baik kelak akan terjadi. jika anda bertanya kapan ya sabar aja.

Istilah memantaskan diri kini memiliki makna yang tiak jauh dari kata mendekatkan diri kepada sang ilahi. Selain dengan berdo'a, sebaiknya juga memperbaiki kualitas ibadah. Mulai dengan sering mungunjungi masjid,  mengunjungi gereja tiap akir pekan (bagi yang non muslim) dan banyak sekali cara yang harus dilakukan. Sering kita melihat pemuka-pemuka agama yang penuh wibawa, dari tuturnya menghadirkan rasa damai dan kebijaksanaan dalam hati. Hal ini adalah buah dari seimbangnya ilmu keduniaan dan juga ilmu keagamaan. Bukankan tidak ada yang lebih baik dari pasangan yang memiliki keseimbangn tersebut, sosok jodoh yang masih dalam imaji pun nantinya pasti akan senang dengan pribadi yang penuh wibawa, berilmu, bijakana dan dari perempuan dirinya selama menebar nilai guna dimana-mana dapat menempatkan diri dalam situasi seperti apapun.

Memantaskan diri bukan hanya sekear menyibukan diri, melainkan cara untuk menempa diri dan yang paling diidamkan adalah menjadi sosok yang lebih berkualitas seperti logam mulia yang selalu ditempa seiring waktu. Jodoh adalah salah satu bonus saja, yang paling penting adalah terus menebarkan nilai guna dimanapun berada. Seperti dalam satu kutipan yang cukup saya sukai.

"Jangan menjadi sosok yang ada atau tidak adanya sama saja, hadir tidak menggenapi, tak adapun tidak mengganjilkan"


Kini aku sangat menikmati cara seperti ini, berlahan menuju pribadi yang lebih baik dan beruaha pantas, tidak hanya bermuara pada satu sosok saja (jodoh), melainkan untuk semuanya. 


"Selamat menikmati malam minggu dan gunakan dengan hal-hal yang bermanfaat"

Tuesday, October 3, 2017

Apa Kabar? Masih Jomblo atau Sudah Mendingan?

Erna Agustina


"Mengapa Bumi Bulat?"

Bumi diciptakan bulat agar kita bisa lebih mudah dalam menemukan jodoh. Sekalipun kamu berputar-putar mengelilingi bumi, maka kamu akan tetap bertemu dengan jodohmu. meski yang satu berjalan ke selatan dan yang satunya lagi berjalan ke utara mereka akan bertemu pada sisi sebaliknya di sebuah titik koordinat.

Kata orang jodoh kita mungkin ada di salah satu sudut bumi, tapi bentuk bumi itu bulat dan akan mempersulit kita untuk bertemu dengah belahan jiwa. bagaimana mungkin akan bertemu jika jodoh kita di salah satu sudut bumi? karna bumi yang bulat tidak memiliki sudut. nah lo bingung kn? sama gue juga.. hehehe

Cinta adalah hadiah yang diberikan Allah kepada seluruh umat manusia, sesuatu yang membuat orang lebih bahagia, lebih kuat dan lebih baik. Jadi jomblo juga pasti punya cinta dalam hatinya karena jomblo juma manusia. Cinta adalah fitrah sementara yang menyandang status jomblo adalah suatu pilihan. tapi terkadang binggung antara memilih jomblo atau tidak laku? untuk jawabanya silahkan dijawab masing-masing sesuai versi anda,, wkwkwkwkw

Jomblo adalah bukan tujuan akir dalam hidup, siapa saja pasti berkeinginan untuk menemukan cinta sejatinya, karena setiap orang pasti memiliki jodohnya masing-masing. Para jomblo bukanlah orang-orang anti sosial ataupunorang yang tidak ingin jatuh cinta.

Banyak Alasan yang melatar belakangi mereka memilih sendiri untuk sementara waktu. Ada yang beralasan ingin fokus dahulu pada kuliah, karir dan lain sebagainya. Maraknya istilah jomblo ngenes dianggap sebagai orang-orang yang kesepian, nyesek, bahkan tidak laku. padahal semua jomblo memutuskan untuk terpuruk dalam kehidupan yang ngenes.

Banyak diantara jomblo yang menikmati hidupnya. Bisa mengukir prestasi gemilang dan memiliki jaringan pertemana yang luas, semua itu terjadi karena jomblo. ckckckcck...

Hidup adalah pilihan, kita bebas untuk memilih warna apa saja untuk mewarnai hidup. Apapun keputusan yang diambil yang terpenting harus siap menerima segala kosekuensinya, Memilih untuk berbahagia maka kita harus siap untuk selalu menjadi orang yang legowo atas kesulitan hidup yang dia hadapi. Ketika memilih untuk menjatuhkan diri dalam dunia yang ngenes dan berharap akan mendapat perhatian dan belas kasihan orang lain maka bersiap-siaplah untuk menjadi orang yang tak pernah punya kesempatan untuk berkembang dan mandiri. Selalu bergantung pada orang lain dan menjadi orang yang bisa merepotkan.

Merrka para jomblo bahagia adalah mereka yang mampu melihat dunia dari berbagai sudaut pandang. Sebenarnya banyak hal positif yang bisa dilakukan saat menyandang gelar Jomblo Bahagia ini. Belajar mengelola rasa menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan. Tentang bagaimana cara kita dalam menyalurkan cinta dengan dengan sebagaimana mestinya, tidak berlebihan dan tetap dalam koridor yang baik. Lebih baik menyimpan rasa dengan rapi dari pada harus membiarkan berceceran dimana-mana. Kamu juga bisa lebih mendalami passionmu, melakukan hobi yang diminati, berpetualang, fokus mengejar impian, menorehkan prestasi di berbagai bidang dan membuat kedua orang tuamu bangga.

Lantas bagaimana dengan mereka para jomblo ngenes?, Dari hari ke hari nampak mlempem bagaikan krupuk kena air. Energi berlahan-lahan menguap dan habis digunakan untuk memikirkan perkataan orang lain. Dihantui ketakutannya sendiri jika tak akan bisa bertemu dengan jodohnya, kehidupanya menjadi tidak produktif, menjadi tukang spam, berisik dan tentunya membuat illfeel.


"Hellow.. yang masih jomblo enga elo doang kali, tapi meraka tidak selebay itu"

Berhentilah untuk selalu bertanya kapan jodohmu akan datang. Lebih baik gunakan waktu dengan sebaik mungkin untuk menyibukan diri pada hal-hal positif dan terus memperbaiki diri.  So, mana yang kamu pilih menjadi jomblo bahagia atau jomblo ngenes? Berikut adalah pertimbangan yang akan membuatmu bertekat untuk menjadi seorang High Quality Jomblo yang bahagia.

Jomblo bahagia adalah orang-orang yang cerdas, Mereka punya prinsip yang pasti dalam hidupnya dan tidak mudah dihasut. Dihujani dengan pertanyaan "Kapan Menikah?" tak membuat mereka tiba-tiba galau dan uring-uringan. Mereka akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan tentang status jomblonya dengan santai dan rasional.

Jomblo bahagia adlah mereka yang punya hubungan yang dekat dengan sang pencipta, karena mereka selalu berprasangka baik kepada Tuhan sang pencipta. Mereka percaya bahwa tuhan akan mempertemukannya dengan seseorang yang tepat dan di waktu yang tepat, ketika mereka sudah siap menurut-Nya. Tak memiliki kekasih hati tidak lantas membuat wajah mereka pucat, karena senyum selalu bisa membuat bisa membuat pipi mereka merona. Jangan heran jika merekalah salah satu orang yang selalu ditunggu kehadiranya untuk meramaikan suasananya dengan humor-humor segar yang menggelitik.

"Gue Kangen,.... Makan bareng yuk?"

Jomblo bahagia adalah mereka yang bisa diandalkan. Mereka cenderung punya lebih banyak waktu untuk sahabat ataupun teman. Kamu tak perlu malu untuk mengajak mereka hang out atau bahkan melontarkan kata-kata gombal kepadanya karena tak ada yang melarang, maklum namanya juga jomblo. Menjomblo dengan elegan akan membuat mereka mencintai pasangan dengan totalitas, memperlakukan pasangan denga sebaik mungkin sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada tuhan yang sudah memberikan kepercayaan untuk melabuhkan hati kepada orang yang tepat.


"Mereka percaya kesabaran dalam penantian akan berbuah manis"

Mereka para jomblo bahagia adalah manusia normal yang diberikan karunia sebuah hati yang cantik dan hanya akan dijatuhkan pada orang yang spesial yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan, jangan sembarangan me-judge mereka sebagai orang pemilih dan terlalu asyik dengan kesendirian, karena mereka juga sedang berusaha melayakkan diri dan tentu saja tak harus semua orang tahu tentang seberapa keras usaha mereka.

Besiaplah untuk menggigit jari dan menggerutu kesal bagi para orang-orang jail yang berniat meledek para jomblo bahagia ini, karena mereka adalah jomblo-jomblo istimewa yang punya seribu stategi andalan untuk menebarkan kebahagiaan ke seluruh penjuru kota.. wkwkwkw

 Nga kerasa oe udah 3 jam, kopinya sampai dingin..

Sunday, October 1, 2017

Menerima dia yang tak lagi Sempurna, Sanggupkah?



Setiap Orang pasti menginginkah memiliki pasangan yang sempurna, Apakah itu dari fisik, kepribadian, keluarga, pekerjaan dan kehormatan. Yang dimaksud kehormatan disini adalah virginity. ya, apalagi jika seorang yang masih perjaka, seringkali menginginkan seorang wanita yang masih virgin. Dia ingin pasanganya kelak adalah wanita yang belum pernah dijamah oleh lelaki manapun. tak dipungkiri, wanita yang tak lagi perawan masih dianggap wanita yang tek sempurna, bahkan ketidaksempurnaan tersebut membuatnya dipandang sebelah mata dan tak layak untuk diperjuangkan oleh lelaki. di dalam tulisan ini saya ingin mengutarakan pendapat dan sharing mengenai persoalan ini. Apakah yang akan kamu lakukan sebagai seorang laki-laki, jika ternyata wanita pilihanmu tek lagi sempurna? 

Jika pasangan kamu tak lagi sempurna apakah kamu akan meningalkan begitu saja tanpa ada pertimbangan lain?

Hal ini terjadi saat pasanganmu merasa dirinya tidak pantas dan ingin mundur untuk menjadi pendamping hidupmu. Pertanyaanya:

Jika wanitamu tak ingin mundur, apakah anda akan tetap bertahan denganya? sementara pada awalnya kamu sudah bilang bahwa kamu tak bisa menerima wanita yang sudah pernah dijamah oleh laki-laki lain.

Apa alasanmu tidak bisa menerima ketidaksempurnaanya? bila menurutmu itu sebuah kesalahan, bukankah itu kesalahan dari masalalu?
Kalaupun kamu tak bisa mentoleransi hal tersebut, dan mengangap bahwa hal tersebut adalah sebuah kesalahan, tapi bukankah itu adalah kesalahan dimasa lalunya? ini bukan kesalahan dimasa sekarang, ini cerita masalalunya. kenapa kamu bisa menerima hal tersebut? kita tak lagi bisa menutup mata bahwa hal tersebut bukan hal yang tabu lagi. Pertanyaanya:

Kamu mau memilih mana pasangan yang selingkuh atau pasangan yang tak sempurna?

Selingkuh itu tidak setia dan berbuat curang, dan itu dilakukan pada saat dia masih menjalin hubungan bersamamu. Sedangkan kesalahan yang membuatnya tak lagi sempurna dimatamu itu adalah kesalahan dimasa lalu, yang mungkin dilakukan dengan kekilafan, mungkin saking cintanya hingga rella mempertaruhkan segalanya, walau akirya ZONK. Jika kamu benar-benar membuka hati pada dirinya, seharusnya kamu bisa menerima segala kekuranganya, bukankah seperti itu yang namanya mencintai dengan tulus?

Semua tergantung pada hati nuranimu, Tanyakan pada hatimu, seberapa besar kamu membuka hati untuk pasanganmu?

Jangan karena sebuah kesalahan dimasa lalu, membuatmu menutup mata akan segala kebaikan-kebaikan yang ada pada dirinya. Jangan hanya karna sebuah ketidaksemnpurnaan yang dimilikinya membuatmu lupa bahwa ada banyak hal lain pada dirinya  yang selama ini ternyata mampu mengisi kekosonganmu. Dari beberapa kreteria yang anda tetapkan setidaknya pasangan anda sudah memenuhi beberapa kriteria anda itu, karena manusia tidak ada yang sempurna.

Jika sekarang kamu menolak karena satu kekurangan, dimasa yang akan datang apakah kamu yakin akan mendapatkan semua kreteria yang kamu inginkan?

Andaikata kamu dapat pasangan yang mampu menjaga kehormatanya. Tapi ternyata dia tidak setia, sombong, penuh kepura-puraan bahkan dia hanya melihat kelebihan-kelebihanmu saja, seperti title, harta tanpa menerima kekuranganmu, apa yang akan kamu lakukan?

Dalam memilih pasangan hidup, misalknya kita menginginkan 5 kreteria tertentu, tapi anda hanya dapat 3 atau 4 dari kreteria yang anda harapkan. Menurut saya pribadi, lebih baik menerima satu kekurangan pasangan kita. Selama dia sudah berubah dan mau diajak ke jalan yang lebih baik, Why not? Think twice and wisely brother! 

Jika masa lalu dia pernah berbuat kesalahan, apakah dia tak pantas menjadi pendamping siapapun?

Jika setiap lelaki tak bisa menerima ketidaksempurnaan itu, apakah tak pantas wanita itu mendapatkan pendamping hidup? Dan jika setiap lelaki berlaku seperti ini, berarti tiada guna lagi kata insyaf, taubat atau berubah menjadi lebih baik lagi. Coba renungkan dan coba berfikir positif,  Bayangkan  jika kamu sebagai lelaki berada di posisi wanita. Dan ambilah keputusan dengan sebijaksana mungkin.


Tulisan ini hanyalah karangan, disaat waktu kosong, tulisan ini tidak ada unsur mendiskriminalisasi siapapun,  tulisan ini hanyalah sharing..

Kapan Nikah?

blog.prehanto.com

Disaat teman seangkatan sibuk dengan urusan karir, Kita masih berjibaku dengan urusan hati. Saat yang lain sibuk  mengantar anaknya sekolah, kita masih berkutat  dengan urusan kerjaan yang seolah ga ada habisnya. Saat berkumpul dengan keluarga besar, pasti kita jadi sasaran pertanyaan mereka "kapan nikah?" Hal ini pasti sering dirasakan sebagian temen-temen yang masih jones, kebanyakan orang yang berumur diatas 25 yang belum menemukan jodohnya. termasuk saya.. hehehe




Mungkin kita bosan dengan pertanyaan itu, lalu dengan logika yang mereka ciptakan sendiri, mereka akan berkesimpulan, "Kamu terlalu sibuk bekerja sampai lupa menikah" atau " kamu terlalu memilih-melih makanya ga dapet-dapet". He kalian sudah berubah jadi dukun, apa malah jadi tuhan? yang bisa membaca hati dan pikiran manusia?

Untuk orang-orang yang selalu menghujani kami dengan pertanyaan "kapan nikah?", pernahkan kalian berfikir atau setidaknya bertukar peran sebentar saja menjadi diri kami, orang yang belum juga menemukan jodoh diusia kami yang diatas 25 tahun ini? Ataukan ada peraturan tertulis bahwa menikah itu harus umur 25 tahun ke bawah? tidak ada kan?

Kalian mungkin beruntung menjadi seseorang sempurna dimana siklus hidup kalian bisa berjalan lancar sesuai idialisme kalian, Sekolah, Kuliah, Menikah dan memiliki anak diusia yang benar-benar ideal. Tapi kalian sadar ga sih, bahwa garis hidup manusia itu diciptakan berbeda? dan siapa yang  ga pengen minikah?  Karna menikah menyempurnakan ibadah klo dalam ajaran islam, memberikan ketenangan ketika hidup kita bisa berbagi dengan pasangan. 

Namun sekali lagi, bukan kamilah yang menginginkan hal ini. Kami pun bukan diam tanpa berusaha. Mungkin kita belum yakin dengan pasangan kita atau bahkan ada yang belum dipertemukan jodohnya.

Dan taukah kalian, ketika kita sibuk bekerja, atau kadang tak ingat waktu, itu bukan karena kita tidak memiliki pasangan hidup, Justru kita menyembunyikan diri dengan pekerjaan agar bisa membunuh waktu dan agar tidak galau terus memikirkan nasib. Lebih baik melakukan hal yang produktif.

Kalau dibilang terlalu pilih pilih, seberapa tahu kalian tentang kriteria kami? ya, mungkin kami pemilih, karena pasangan yang kami inginkan untuk sekali dalam seumur hidup. Seorang iman keluarga, nahkoda kapal yang membawa keluarga kami kelak mengarungi biduk rumah tangga. kami perlu menganalisa dan belajar dari hal yang ada, sebagai bahan evaluasi yang nantinya akan menjadi sebuah pelajaran agar tidak terjadi pada keluarga kami

Yang pasti, saat ini kami sedang berusaha memantaskan diri untuk menjemput jodoh impian kami. Bukan pasangan hidup adalah cerminan diri kita? Jika kita ingin pasangan yang baik, pastinya kami harus menjadi pribadi yang baik juga, berusaha meyakini dan percaya bahwa Tuhan pun akan menghargai setiap usaha dari hambaNya, Dan yakin ketepatanNya adalah terbaik, karena dialah dibalik penulis skenario kehidupan manusia. Jika sudah saatnya pasti akan datang juga.

Saturday, September 30, 2017

Menikahlah Sebelum Mapan, Agar Istri dan Anak Tau Arti sebuah Perjuangan

Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan. Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan anak-anak kita nanti. Padahal Allah akan memampukan siapa saja yang penuh dengan keyakinan menjalankan sunnahnya. Bukan suatu penghinaan sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya. 


Lebih baik berjuang bersama dalam ikatan sebuah pernikahan daripada merasa bahagia dalam ikatan yang belum hallal. Kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar hallal, Kalian akan menikmati jengkel demi jengkel keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian, kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi barisan puisi romantis dan gombalan manja. Berjuang bersama dari Nol, membuat kesetiaan semakin erat, pasangan kalian akan lebih menghargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran dan ketabahan yang telah dilalui bersama, sehingga perpisahan adalah satu kata pantang untuk di ucapkan. karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

Anak-anak akan lebih menghargai hasil jerih payah dan kerja keras orang tuanya. Rasa hormat kebada orang tuanya adalah bukti cinta terbesar anak. hanya akan di dapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya hinga dia bisa berfikir arti sebuah perjuangan. Bagaimana sebuah do'a dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang baik untuk keluarganya.

Menikalah sebelum mapan. Agar anak-anak anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan anda. Agar anda dan anak-anak anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan.


"Tulisan dikutip dari seorang bapak-bapak yang dahulu menikah dalam keadaan sulit, dan skarang beliau sudah bisa dikatakan sukses dalam segi materi"

Jangan lupa sempitin nulis komentar di bawah ini ya..

Saturday, September 23, 2017

Halalkan Saya Dahulu, Masalah Harta Kita Cari Bareng-Bareng

Sungguh mulia hati seorang perempuan yang saat ditanya "Maukan kamu jadi istriku, tetapi aku belum berharta dan hidup serba biasa aja tanpa kemewahan?" dan si perempuan menjawab "Halalkan saja aku dahulu, masalah materi nanti kita cari sama-sama dan minta kepada Allah". Sungguh luar biasa, beberapa kata ini akan membuat seorang laki-laki semakin semangat untuk membidik kepribadianya agar terlatih menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab. Tetapi di masyarakat kita ini, hanya wanita yang sholeh yang mampu menjawab seperti ini. karena hampir semua wanita cenderung melihat seorang laki-laki dengan bergelimpangan harta yang dia miliki, yang kedua seberapa ganteng itu seorang pria, tetapi masalah tampang bisa diatur tergantung banyaknya materi yang ia miliki, dan sulit bagi seorang perempuan jika menjawab seperti tadi.


Perempuan sholeha tidak perlu harta untuk membahagiakan hidupnya, ia hanya butuh seorang yang bertanggung jawab dan berilmu, terlebih untuk ilmu agama. Karena menurutnya harta bisa di cari sama-sama istilah jawanya bareng-bareng, setelah keduanya resmi menjadi pasangan yang hallal sya yakin rejeki pasti datang buat keluarga kecil mereka.

Dan buat para laki-laki yang sholeh, jangan menjadikan menikah itu sesuatu hal yang sulit, jangan khawatir jika kamu belum bisa mapan dan mendapatkan pekerjaan yang sukses. hal ini banyak di terjadi di masyarakat kita, para pria berstatment, untuk biaya hidup sendiri aja masih kurang apalagi buat berdua. itu adalah masalah yang menakutkan buat kaum laki-laki, sebenarya simpel. yang penting niat untuk menikah dan berdoa kepada allah, saya yakin rejeki ga bakal kemana. Allah akan memberi harta bagi meraka yang iklas dalam menjalani sesuatu hal, termasuk menikah so..bukalah cara pandang anda.

Rizki 2 insan manusia yang telah menikah akan dijamin oleh Allah, jangan takut kamu tidak bisa menghidupi istri dan anak-anakmu, hanya karna belum mendapat pekerjaan yang mapan, sebab rizeki dua insan yang telah dipercaya untuk membangun rumah tangga dengan niatan yang enyempurnakan ibadahnya kejalan allah maka allah akan menjamin rezeki keduanya. untuk apa masih ragu jika allah telah menjamin kita karena sesuanguhnya dia adalah yang maha pemberi rezeki.

Menikah hanya butuh kemantapan hati dan yakin bahwa kamu bisa bertanggung jawab, karena menikah ini dasarnya haya butuh keyakinan dan kemantapan hati bahwa kamu bisa bertanggung jawab, tentang harta dan kemapanan bisa dicari bersama sang istri, saya yakin akan sukses setelah menikah karena di jalani dengan iklas.

Namun presepsi sebagian orang ada yang bilang sukses dlu baru menikah, agar setelah pernikahan dapat melanjutkan hidup sesuai apa yang diharapkan, dan jika saat kita mengejar sukses dahulu baru menikah, lantas bagaimana jika anda belum sukses, sampai kapan anda akan menikah? sampai berapa umur anda menunggu sukses? itu adalah statmen yang terucap jika mengejar sukses dahulu. Tetapi perlu kita ketahui sukses itu tak selamanya menjamin hidup kita bahagia, karena sukses tanpa tanggung jawab dan ilmu tidak akan membawa dampak yang positif bagi rumah tangga anda.

Wahai para kaum pria carilah wanita sholeha yang tau makna dari arti sebuah pernikahan yang sesungguhnya, sehingga ia tidak memandangmu sebelah mata, karena wanita yang sholeha tidak akan menolakmu, dengan alasan karena kamu belum sukses ataupun belum mempunyai pekerjaan yang mapan. seperti saya ini.. hehe. Sebab wanita sholeh selalu memandang beberapa hal dari seorang laki-laki, beraklaq mulia, berilmu, tanggung jawab dan bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya.

Dan ingat untuk para wanita. keluarga yang samaraba (Sakinah, Mawadah, Rohmah, Barokah) tidak dimulai dari seberapa harta atau jabatan yang sangat wah, tetapi dimulai rasa saling bertanggung jawab, saling percaya, saling terbuka dan saling memahami hak dan kwajiban masing-masing sebagai pasangan suami istri.

Sunday, September 17, 2017

The Journey Of Life


After finishing my study in college, I started to face a new face in my life. After getting a picture on graduation moment, I step a new word. I mean a jobless word. Hehehehee....... In fact, many of bachelors did not get job after they finished their education, Moreover a minister of labour and transmigration, Muhaimin Iskandar, ever told abaut intelectualjobless people and a very hard on finding jobs in the progress country. Then meny people questioned "does learning in collage can be called as future investation?"

I sent many application letters on jobstreet which is very populer by providing job vacancy information. Moreover, I did it since I complete my undergraduate thesis. But it is nothing. I did not  get any feedback. I feel worry, and alwais wondering. A month, two months, six months passes so fast. I had not got any call from the company I applied for. I wondered on my days, "what's wrong with my apply?"  it made me so worry and desperate.

To fill my days, I tried to registered an online driver as I thought this was the only one way to survive in the foreign place. I tried to survive even thought I did not have friends or girlfriend to share. What people said  is true that if we did not have some money. friends or girlfriend are difficult to find. Many of girls will come to us when we have lots of money. I tired to be patient every day. Then I asked to myself, what to human do except being patient in this situation?  I did not kno what is the best to me. Maybe god had a good planning for me espesially better job in the future. Essentially, we must try hard and try again if we fail. I almost desperated and felt bored on facing this situation. But I still had a great belief because god hos good planning for me.

Sometimes, I was so sad  when I met my college friends for they had good position on their job. But, if I asked them about job vacancy, they would say "NOTHING!". That made so sad. They might forget that they had ever played together with me, drinking coffe together, and many other activities. But it was no problem. I tried to smile my hart annoyed.

One day after I went for driving ( it is called ngojek. ngojek itu bahasa inggrisnya apa ya) and gathered with other drivers in a small shop, there was a friend giving information abaot job vacancy in one company by posting a later, I went home directly and made an application letter. Then, I sent it directly A week leter, I go a call. Actually there were to interview invitations. Then I chose my friend's recommendation. Step by step I did until I was accepted by that company even though it was not really I expect. But, I can do nothing than I had no job. I am still finding a job vacancy like I expect. Now, I just say thanks to god for the blessings.

Mohon dimaklumi masih tahap belajar, hehee......yang ingin menanggapi silahkan meninggalkan momentar di bawah postingan ini.